Sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan unsur-unsur atau komponen-komponen yang saling berintekrasi secara fungsional yang memproses masukan jadi keluaran.

Sedangkan menurut Zahara Idris sistem adalah kesatuan yang terdiri dari komponen–komponen atau elemen-elemen sebagai sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak sekedar acak yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil.

Sekarang makin dirasakan bahwa sistem pendidikan yang sedang berlangsung sebagai warisan zaman kolonial sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan dan kebutuhan pembangunan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dilihat dari kenyataan-kenyataan berikut :

  1. Lulusan sekolah tidak mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam mengahadapi masalah-masalah aktual di masyarakat.
  2. Tidak ada keseimbangan antara anak-anak yang masuk sekolah umum dan yang masuk sekolah kejuruan.
  3. Tidak adanya keseimbangan antara jumlah murid- murid di SD – SMP- SLTA – PT.
  4. Banyaknya anak-anak yang putus sekolah.

Untuk mengatasi hal ini semua, perlu ditemukan sistem pendidikan yang baru sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan zaman. Membina sistem pendidikan berarti membina setiap unsur dalam sistem tersebut. Karena mampu tidaknya suatu sistem di dalam menjalankan fungsi dan tugasnya tergantung pada unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu dalam pembinaan sistem ini yang kita hadapi adalah hal-hal sebagai berikut :

a. Tujuan/sasaran pendidikan

Sasaran pendidikan ialah pembangunan. Oleh karena itu pendidikan tidak lagi untuk menciptakan golongan elite atau golongan intelektual. Melainkan untuk membuat manusia Indonesia secara utuh.

Manusia Indonesia yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang seimbang dan sesuai dengan tuntutan pembangunan. Oleh karena itu pembakuan tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam membina sistem pendidikan. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ini sejalan dengan tujuan pembagunan nasional.

Sedangakan sasaran pendidikan adalah masyarakat Indonesia pada umumnya, anak didik pada khususnya yang membutuhkan pendidikan. Pendidikan tidak mengenal usia, kapan saja manusia itu boleh mencari ilmu dan dimana ia suka.

  1. a. Anak didik

Anak didik adalah unsur yang menjadi sasaran utama dari sistem pendidikan. Dalam hubungannya dengan anak didik, maka sistem yang baru harus mampu melayani kepentingan anak didik dengan sebaik-baiknya.

  1. Sistem pendidikan kita harus mampu melayani macam-macam tingkat kemampuan anak didik. Sistem pendidikan kita sekarang ini kurang mampu memperhatikan dan melayani perbedaan-perbedaan individual anak. Contohnya, perlakuan kepada semua anak disamakan. Dimana anak yang mempunyai tingkat kemampuan yang tinggi disamakan dengan anak yang tingkat kemampuannya rendah. Ini merupakan suatu kelemahan dari sistem pendidikan kita yang perlu kita paerbaiki dan kita rubah.
  2. Sistem pendidikan kita harus mampu melayani macam-macam kondisi sosial dan ekonomi anak didik. Misalnya, anak yang mempunyai ekonomi yang lemah mendapat keringanan  dalam biaya sekolahnya.
  3. Sistem pendidikan kita harus mampu melayani macam-macam motivasi dan cita-cita anak didik. Sistem pendidikan yang kita butuhkan ialah suatu sistem yang berorientasi pada kebutuhan akan berbagai jenis kebutuhan tenaga kerja di masyarakat. Setiap pendidikan harus jelas tujuan dan fungsinya, sehingga setiap anak dapat menentukan pilihannya dengan tepat.

    1 . b.Pendidik

Dalam sistem yang lama yang kita maksud dengan pendidik ialah orang yang mengajarkan tentang masalah keilmuan yang sering kita sebut dengan guru. Tetapi dalam sistem yang baru, kita juga dapat menggunakan masyarakat sebagai sumber pendidik. Hal ini disebabkan karena sekolah menjadi pusat-pusat pengajaran yang juga melayani masyarakat. Tenaga-tenaga terampil yang tersedia dalam masyarakat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Disamping itu peranan guru sudah bukan lagi sebagai sumber informasi belaka, melainkan berfungsi juga sebagai pembimbing, yang berusaha memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensinya secara maksimal. Dengan peranannya yang semakin berkembang ini maka unsur pendidik menjadi makin penting. Oleh karena itu, pembinaan guru yang terus-menerus, merupakan tuntutan mutlak di dalam rangka membina sistem pendidikan.

  1. c. Pengelolaan pendidikan

Pengelolaan dalam pendidikan bertugas untuk mengkoordinasikan, memimpin dan mengevaluasi sistem. Mengkoordinasikan berarti melalui administrasi pendidikan, berbagai unsur dan kegiatan pendidikan diatur sedemikian rupa sehingga ada hubungan yang serasi dan terpadu antara yang satu dengan yang lain.

Memimpin berarti menyusun perencanaan, menentukan kebijaksanaan dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem. Sedangkan mengevaluasi berarti mengukur dan menentukan kriteria keberhasilan. Dengan adanya kegiatan evaluasi yang terus-menerus terhadap sistem maka dapat diketahui kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan, sehingga dapat direncanakan perbaikan-perbaikan.

Pembinaan administrasi pendidikan sangat penting, karena hanya dengan administrasi yang baik, semua rencana dan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Dalam setiap pelaksanaan pendidikan yang paling menentukan adalah bagaimana manajemen  dan proses pelaksanaan pendidikan tersebut. Jika proses pendidikan telah dilaksanakan dengan baik dan seoptimal mungkin maka kemungkinan besar pendidikan kita akan jauh lebih baik.

  1. d. Struktur dan jadwal waktu

Sekarang kita mengikuti “ dua jalur” yaitu pendidikan umum yang menitik beratkan pada pendidikan akademis dan pendidikan kejuruan yang menyiapkan tenaga kerja yang terampil (pendidikan vokasional). Tetapi makin dirasakan bahwa sistem ini tidak mampu memenuhi tuntutan perkembangan anak didik dan pembangunan. Oleh karena itu, harus ditemukan suatu sistem yang baru.

Ada beberapa para ahli berpendapat bahwa sistem “komprehensif” lebih cocok. Untuk membuktikan kebenaran pendapat ini perlu dilakukan dalam sistem pendidikan yang baru. Sistem pendidikan itu bermacam-macam bentuknya, misalnya pendidikan di sekolah direncanakan berdasarkan kebutuhan nyata dalan gerak pembangunan nasional serta memperhatikan ciri-ciri ketenagaan yang sesuai dengan lingkungan tertentu.

  1. e. Isi pendidikan

Isi pendidikan adalah segala pengalaman yang harus dimilki anak sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai melalui proses pendidikan. Isi pendidikan (kurikulum) ini merupakan alat atau sarana untuk mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu harus ada relevansi antara tujuan dengan kurikulum. Ini berarti bahwa dengan berubahnya tujuan dari sasaran pendidikan maka berubah pula kurikulumnya. Kurikulum yang dimaksud disini adalah kurikulum yang sesuai dengan perkembangan anak yang dikondisikan dengan IPTEK.

  1. f. Fasilitas pendidikan

Untuk menunjang proses pendidikan, diperlukan fasilitas yang memadai. Masalah yang timbul ialah, fasilitas pendidikan yang bagaimanakah yang kita perlukan sehingga dalam waktu yang sedikit dan tenaga yang sedikit kita dapat melayani sejumlah besar anak diamana target yang akan dicapai adalah:

–          Pelajaran berlangsung lebih mudah dan menyenangkan.

Ini dapat dilaksanakan dengan penyampaian pelajaran yang sistematis.

–          Mampu mengatasi adanya perbedaan individu anak.