Kali ini, penulis merasa perlu untuk mengangkat permasalahan ini. Dikarenakan permasalahan ini merupakan titik awal dari suatu permasalahan dunia akademik.

Kasus ini terjadi di sebuah satuan pendidikan perguruan tinggi yang lumayan ternama dan lumayan dikenal banyak masyarakat luas. Tepatnya pada Fakultas teknik, setiap fakultas teknik memiliki ruag praktek yang biasa disebut WORKSHOP, Ruangan ini biasa digunakan untuk melakukan prakerin ataupun pekerjaan keahlian sesuai dengan mata kuliah yang diambil mahasiswa. Namun permasalahan baru akan diangkat setelah ini.

Di beberapa negara bagian ruang kerja seperti workshop ini dibuka memang khusus untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian mahasiswa itu sendiri. Tidak terikat pada peraturan apapun namun terikat dengan keselamatan benda kerja dan si pengguna. dan hebatnya lagi workshop dijadikan atau dapat dimanfaatkan oleh masiswa untuk menjadi sumber pencaharian mereka, tentunya dengan kosekuensi yang diterapkan oleh satuan pendidikan perguraan tinggi tersebut.

Namun pada kenyataannya di salah satu PTN di Indonesia dan saya rasa bukan hanya PTN tersebut saja yang mengalami hal tersebut. Mengunci rapat-rapat ruang tersebut jika tidak digunakan dalam waktu mata kuliah sedang berlangsung. Hal tersebut mungkin wajar di lihat dari faktor keselamatan benda kerja, karena banyak mahasiswa dan masyarakat Sekarang suka mengamankan (istilah halusnya mencuri) benda kerja jika memang sedang tidak digunakan.

Yang jadi masalahnya sekarang, penggunaan ruang tersebut hanya difokuskan pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah itu saja, sedangkan banyak mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas dari ruangan-ruangan tersebut untuk 1> membantu prosees perkuliahan lainnya, 2> Mengembangkan keahliannya, dan 3> bisa saja dijadikan usaha bersama untuk organisasi fakultasnya.

Sekarang ini salah siapa?????
Kebijakan fakultas???
Jurusan???
Pendidik???
Teknisi???
Atau Mahasiswa????????

Tanya dan jawab bersama.,.,.,.!!!!!!